Mayapada Hospital Jakarta Selatan menghadirkan teknologi PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan sebagai bagian dari penguatan layanan deteksi dan penanganan kanker berbasis teknologi mutakhir. Kehadiran alat ini dinilai mampu meningkatkan akurasi diagnosis sekaligus mempercepat proses penanganan pasien secara menyeluruh.
Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Lim Andreas, SpKNTM, Subsp. Onk. (K), FANMB, mengatakan teknologi ini memungkinkan deteksi penyakit hingga tingkat seluler dan molekuler. Ia menilai pendekatan tersebut menjadi kunci dalam memastikan diagnosis yang lebih tepat sejak tahap awal.
“PET-CT dan SPECT-CT memiliki peran krusial dalam deteksi dini, penegakan diagnosis, hingga memantau respons terapi kanker secara akurat,” kata dr. Lim.
Teknologi PET-CT Scan bekerja dengan melihat aktivitas metabolisme sel, sehingga mampu mengidentifikasi keberadaan sel kanker bahkan sebelum terlihat secara anatomis. Sementara itu, SPECT-CT Scan digunakan untuk menilai fungsi organ serta mendukung perencanaan terapi yang lebih terarah.
Dengan kemampuan whole-body imaging, kedua teknologi ini dapat memindai seluruh tubuh dalam satu pemeriksaan. Hasil pencitraan yang dihasilkan juga lebih tajam, sehingga membantu dokter dalam menentukan stadium kanker dan penyebarannya dengan lebih presisi.
Selain akurasi, keunggulan lain dari teknologi ini adalah paparan radiasi yang lebih rendah serta waktu pemeriksaan yang lebih cepat. Hal ini membuat pasien dapat menjalani proses diagnosis dengan lebih aman dan efisien tanpa harus melalui banyak pemeriksaan berulang.
Dalam praktiknya, teknologi ini juga mendukung pendekatan terapi yang lebih personal. Informasi detail mengenai aktivitas sel kanker memungkinkan dokter menentukan jenis terapi yang paling tepat sesuai kondisi masing-masing pasien.
“Dengan integrasi teknologi ini, keputusan klinis dapat dilakukan lebih komprehensif dan berbasis data yang akurat,” ujar dr. Lim.