Diklat Penulisan Literasi Gizi dan Gernas Baku PAUD, Wujudkan Jakarta Sehat, Cerdas, Bahagia

Selasa 25 Mei 2021 PP HIMPAUDI dan YAICI bekerja sama melakukan dikat penulisan yang bertema “Literasi Gizi dan Gernas Baku Anak Usia Dini, Wujudkan Jakarta Sehat, Cerdas, Bahagia. Diklat Penulisan yang diikuti 519 anggota HIMPAUDI dari seluruh Indonesia.

Hadir sebagai keynote speaker DR. Rita Rosmala mewakili Kepala Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta. Dalam sambutannya DR. Rita Rosmala menyampaikan apresiasinya kepada PP HIMPAUDI dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia atas terselenggaranya Diklat Penulisan Literasi Gizi dan Gernas Baku PAUD. Indonesia tercatat dengan literasi gizi yang sangat rendah hal ini menjadikan satu hal yang sulit untuk menurunkan angka stunting apabila rendahnya literasi gizi masyarakat tidak ditempatkan sebagai hal yang prioritas. Oleh karena itu perlunya peran serta semua lapisan masyarakat khususnya para pendidik PAUD dalam meningkatkan literasi masyarakat Indonesia khususnya DKI Jakarta.  Ayo kita berani untuk memulai menulis. Salam HIMPAUDI, Salam Literasi.

 

Hadir sebagai pengajar Diklat, Maman Suherman, seorang penulis, mantan jurnalis.  Dalam materi yang disampaikan mengenai “Menulis Adalah Sebuah Keberanian”

Setiap cendekia pasti membaca, tidak ada cendikia tanpa membaca karena membaca dan buku adalah pintunya ilmu. Jadi yang paling tinggi dari cendikia adalah penulis buku.

Bagaimana menggali ide dengan mudah. Ada 24 jam dalam sehari, mari mulai dengan bangun pagi. Begitu bangun pagi langsung tulis apa yang terbayang ketika bangun. Apakah tentang alm ibu, orang tua kita, anak-anak kita, atau tentang rasa bersyukur pada Allah SWT karena masih bernafas saat itu dan diberi umur. Tulis saja itu dulu.

Ibu yang memberikan kita asupan gizi, ibu yang bisa membedakan mana susu dan mana kental manis yang bukan susu. Itu kemudian bergulir dan menjadi cerita. Kalau kita sudah mempunya ide maka kita pecah menjadi 5 W+1 H.

Jika kita mau membahas ibu maka pertama siapa, who adalah ibu. Apakah itu ibu saya, ibu mertua atau ibunya tetangga. Kedua what, apa yang mau kita tulis. Apakah tentang pekerjaannya, pengalamannya. Ketiga when atau settingnya kapan, apakah ibu masa kini, ibu masa lalu atau kenangan-kenangan masa lalu. Keempat where atau empat. Jangan lupanya settingnya dimana. Misalnya di Makassar. Makassarnya dimana, di jalan Cendrawasih, kecamatannya apa. Jadi harus detail. Seorang penulis harus detail. Kelima why, kenapa. Dari 26 buku yang saya tulis sebagiannya terinspirasi oleh ibu. Kenapa saya menulis tentang ibu, karena betapa luar biasanya perempuan itu. Why nya kita gali, kemudian how, bagaimana mengungkapkannya. Apakah mau diungkapkan dalam non fiksi, kisah nyata atau fiksi cerita novel.

Kalau kita sudah menentukan ide maka kita mulai dengan:

  1. Read atau membaca. Cari dari berbagai aspek, ibu dari biologis, ibu psikologis, parenting dll.
  2. Research, mencari data. Kita bisa datang ke perpustakaan , data BPS tentang berapa banyak perempuan di Indonesia. Kenapa hanya 30% perempuan yang duduk di DPR dll.  Untuk data kita perlu data yang bisa dipertanggung jawabkan.
  3. Reliable, bisa dipertanggung jawabkan  datanya. Bagaimana kita menulis nama seseorang misalnya ketika saya di Kompas menulis nama Suharto seperti ini pasti dipecat karena salah nulis. Jadi harus tepat Soeharto karena memang namanya seperti itu tulisannya. Jadi harus tepat tidak boleh salah untuk menulis nama tempat dsb.nya
  4. Reflecting, sudut pandang. Dari perspektif saya ada gambar tapi dari perspektif  ibu tidak ada. Apakah ada yang salah? Tidak ada. Dari sudut pandang saya dan orang lain bisa berbeda tidak apa-apa asal kita bisa pertanggung jawabkan.
  5. (W)rite: menulis yang benar.  

Sebelum beralih ke sisi kedua ada sesi penguatan oleh Prof.Ir. Netty Herawati, Ketua Umum PP HIMPAUD.

Terkait ide atau tema pada diklat penulisan kali ini adalah “Literasi Gizi Anak Usia Dini” dengan 4 subtema salah satunya terkait kental manis.

Tema yang kita angkat pada diklat kali ini berasal keprihatinan saya kepada Indonesia melihat banyak anak yang stunting, obesitas. Kami menemukan usia 4 tahun sudah gagal ginjal, cuci darah, dan ada yang terkena jantung.

Tubuh kita itu diciptakan oleh Allah SWT dengan kesempurnaan. Allah SWT maha teliti dalam menciptakan sesuatu. Kalau kita mengenal tubuh kita maka kita menemukan Allah di sana. Karena tidak ada keteraturan yang luar biasa yang ada di badan manusia.  Harusnya manusia mengenal dirinya karena Allah menciptakan dengan sempurna, tinggal kita melanjutkan kesempurnaan itu. Kenapa kemudian terjadi  masalah-masalah yang tidak ingin kita alami artinya kita tidak mensyukuri. Harusnya kita syukuri dengan tanggung jawab dan kasih sayang.  Jika ada gangguan dalam tubuh kita , maka tubuh akan melakukan reaksi. Misalnya dingin, maka otak memerintah tubuh untuk bergerak maka keluarlah panas. 

Terkait makan, kita makan sesuai dengan kebutuhan kita bukan atas apa yang mau kita makan. Misalnya kita lapar, bukannya dikasih makanan yang cukup tapi dikasih gula. Dia kenyang tapi masih lapar protein. Pengabaian-pengabaian pada makanan yang benar membuat dia sakit.

Allah telah memerintahkan dalam alquran makanlah makanan yang halal dan thoyyib.

Pendidikan seharusnya mengajarkan kepada kita tentang  bagaimana memperlakukan hidup. Jadi harus diajarkan sejak kecil.  Guru sedang mendidik anak maka dia harus belajar tentang tubuh dan dampak tambah pada tubuh karena yang mendidik ini adalah manusia bukan benda mati. Untuk itu buatlah tulisan dengan ide yang dapat mempengaruhi pikiran-pikiran anak baik dampak yang positif dan negatif makanan melalui cerita.

 

Sesi kedua dilanjutkan oleh Harun Masbub, Redaktur liputan 6.com Tema yang ia angkat dalam pelatihan kali ini adalah “Menjadi wartawan itu mudah”

Akses media jaman dahulu terbatas hanya ada media mainstream. Sekarang  ada 2

  1. Media Saat ini ada:  47 ribu media di Indonesia, 44 ribu media online , 2.000 media cetak, 674 radio, 523 televisi
  2. Sosial Media: Youtube, WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, Line, FB Messenger, Linkedin, Pinterest, Wechat

Kerja pokok media itu mencari/menyirap informasi, memilih/meng-kurasi informasi dan mengemas informasi. Kurasi adalah kunci.

Konten media itu ada tiga. Peratama itu news (berita) sifatnya tidak awet dalam beberapa menit tidak bisa dipakai lagi. Kedua story – fokusnya pada cerita apa yang terjadi dan sampai kapanpun tidak akan basi atau awet selamanya. ketiga feed – info fokusnya ada info-info apa saja di dalamnya

5 Langkah Rumus: 25X4

  Angle (sudut pandang)

  Outline

  Writing

  Editing

  Subject

Diakhir sesi diklat penulisan ketua harian Yaici Arif Hidayat SE., MM membacakan ketentuan lomba “Menulis Buku Cerita Edukasi” degan tema: “Literasi Gizi Anak Usia Dini”. Dari satu tema besar terdapat empat subtema yaitu:

1. Susu Kental Manis Bukan Susu
2. Pendidikan Gizi di PAUD
3. Pola Makan dan Minum Anak Usia Dini
4. Hindari Makanan dan Minuman Tinggi Gula, Garam dan Lemak

Diharapkan dengan adanya pelatiha ini guru paud Non formal KB/SPS/TPA se DKI Jakarta dapat mengikuti lomba penulisan buku cerita adukasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juni hinggal 31 Juli 2021.

Diklat Penulisan “Literasi Gizi dan Gernas Baku Anak Usia Dini, Wujudkan Jakarta Sehat, Cerdas, Bahagia” dapat diakses full videonya di chanel youtube Sahabat Yaici di:

“Literasi Gizi dan Gernas Baku Anak Usia Dini, Wujudkan Jakarta Sehat, Cerdas, Bahagia”

Silahkan download materinya di sini

Galeri

     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top