MIRIS MASIH BANYAK WARGA LEBAK PERCAYA SKM ADALAH SUSU

Edukasi gizi sehat yang dilakukan bersama Yaici dan PW Aisyiyah Banten di Lebak, Banten, menemukan fakta miris tentang kuatnya persepsi warga bahwa SKM adalah Susu. Perlu sosialisasi intensif tentang kandungan gula berlebihan pada SKM untuk mencegah dampak konsumsi SKM pada bayi dan balita

“Selama ini kami taunya kalau susu kental manis itu ya susu. Jadi kalau ditanya mengapa beli SKM karena menurut kami SKM memang produk susu.” Jawaban tegas itu disampaikan seorang warga Baduy yang hadir di acara sosialisasi Gerakan Aisyiyah Sehat (Grass) dan Edukasi Gizi kerjasama Yaici dan Majelis Kesehatan PWA Banten di kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, (13/08/2019).

Jawaban jujur tersebut ternyata diamini oleh sebagian ibu-ibu yang hadir di acara sosialisasi.

“Ya pak, selama ini kami taunya SKM ya produk susu. Kan namanya juga Susu Kental Manis,” kata seorang ibu yang hadir membawa anak balita.

Menanggapi jawaban warga, Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat, yang menjadi narasumber acara berkomentar tegas. “Wajar mengapa bapak dan ibu berpendapat demikian. Karena memang selama seratus tahun masyarakat dicecoki iklan di televisi yang menyatakan SKM adalah susu,” ujarnya.

Hasil penelitian YAICI di kota Kendari mendapati 97 persen masyarakat percaya bahwa SKM adalah susu. Dan di kota Batam, sebanyak 78 persen masyarakat percaya bahwa SKM adalah susu.

Arif menambahkan, akibat kepercayaan yang tinggi bahwa SKM produk susu, menyebabkan intensitas pemberian SKM di kota Kendari sangat besar. Para orang tua yang memberikan SKM setiap hari kepada anak mencapai 55 persen. Sebanyak 31 persen memberikan SKM dua hari sekali. Dan ada 12 persen orang tua yang memberikan SKM satu minggu sekali kepada anaknya.

Kondisi ini menggerakkan YAICI untuk terus meluruskan persepsi yang salah terkait SKM, dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa SKM bukan susu.

Menggendeng PP Aisyiyah, Yaici sudah bekerja sama melakukan sosialisasi di tiga propinsi, yakni propinsi Jawa Barat, Banten dan Nusa Tenggara Barat.

“Ini adalah kelanjutan dari kerjasama Yaici dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Banten. Dimana sosialisasi kali ini digerakkan oleh kader PWA Banten,” kata Arif.

Sementara itu, ketua Majelis Kesehatan PWA Banten, Maryama Husni, menyatakan bahwa sosialisasi Grass di kabupaten Lebak langsung diadakan di dua desa, yakni desa Bojongmenteng dan desa Sangkanwangi, yang terletak di kecamatan Leuwidamar, kabupaten Lebak, propinsi Banten.

Berbeda dengan Wilayah Aisyiyah Bekasi yang pelaksanaan sosialisasinya dimulai dari tingkat daerah dan diteruskan ke Pimpinan cabang dan ranting, edukasi di Lebak kali ini berkolaborasi antara Pimpinan Daerah Aisyiyah Lebak dan Pimpinan Cabang Larangan, yang bernaung di bawah PDA Tangerang Kota.

“Kami sangat mengapresiasi kerjasama dengan Yaici, karena ini sangat membantu kami mengedukasi warga tentang pentingnya pemahaman gizi. Termasuk edukasi tentang SKM sangat penting untuk menyadarkan warga bahwa SKM bukan susu, tetapi hanyalah produk makanan pelengkap yang mengandung susu,” tegas Maryama. (*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top